5 Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara yang Buruk

oleh | Agu 15, 2023 | sosial, Berita, edukasi, Kesehatan, lingkungan

5 Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara yang Buruk

aksessehat.id (5 Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara yang Buruk)

 

5 Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara yang Buruk

Bogor, Aksessehat.id – Aktivitas industri, emisi kendaraan, dan perilaku kehidupan masyarakat seperti membakar sampah dapat menimbulkan penurunan kualitas udara. Selain itu efek rumah kaca, pembangkit listrik, dan sumber alami dari mahluk hidup turut menambah dampak buruk yang dapat menimbulkan kualitas udara lingkungan semakin tidak sehat.

Baru-baru ini ramai diberitakan bahwa polusi udara di daerah Jakarta dan sekitarnya mencatatkan rekor tertinggi dengan kualitas udara paling buruk di Indonesia bahkan masuk jajaran daerah dengan polusi udara terburuk di Dunia. Hal ini sesuai dengan data yang dipublikasikan dari laman IQAir pada Minggu (13/8/2023), di mana Jakarta menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data dari situs AQAir sendiri pada (14/08/2023), menunjukan bahwa angka konsentrasi Air Quality Index (AQI) di Jakarta saat ini sebesar 154, tentunya konsentrasi tersebut menunjukan bahwa nilai tersebut 11,8 kali lebih buruk nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Sedangkan angka PM 2.5 di jakarta sebesar 54,6 µg/m³, setara dengan 10,9 kali lebih buruk berdasarkan anjuran WHO. Angka tersebut tentu masuk ke dalam kategori tidak sehat.

Semakin tinggi angka konsentrasi AQI dan PM 2.5 di suatu daerah, maka semakin buruk kualitas udara. Dengan begitu akan semakin besar potensi terkena berbagai gangguan kesehatan, salah satunya permasalahan kesehatan pernafasan.

Berikut 5 Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara yang Buruk:

  1. Hipertensi

Hipertensi merupakan permasalahan tekanan darah yang lebih dari normal dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus dari suatu periode tertentu. Berdasarkan penelitian dari beberapa lembaga di dunia menunjukan bahwa adanya hubungan antara polusi udara yang buruk dengan hipertensi.

Salah satunya yaitu dikutif dari European Heart Journal yang menyatakan bahwa orang dewasa dalam kelompok usia sama yang tinggal di area dengan tingkat polusi tinggi lebih rentan terkena tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan polusi minim.  Risiko ini setara dengan efek obesitas dengan indeks massa tubuh antara 25-30.

Sedangkan menurut Barbara Hoffman, Profesor Epidemiologi Lingkungan Centre for Health and Society di Heinrich-Heine-University of Dusseldorf, Jerman. Mengatakan bahwa paparan partikel polusi udara dalam jangka panjang berkaitan dengan tingginya kasus hipertensi dan asupan obat anti hipertensi.

  1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

ISPA adalah penyakit yang diakibatkan adanya infeksi pada saluran pernafasan baik pernafasan bagian atas maupun bagian bawah. Penyakit ini bisa menyerang setiap orang terutama anak-anak dan lansian. Gejala ISPA diantaranya batuk, sesak nafas, dan demam meriang.

Hanya dalam periode januari sampai juni 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ada lebih dari 638 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jakarta. Salah satu penyebab ISPA diyakini dari polusi udara di Jakarta yang semakin buru.

  1. Kanker

Dampak lain dari polusi udara yang buruk yaitu kanker, bukan hanya kanker paru-paru saja namun juga kanker lainnya. Berdasarkan penelitian dari Alexandra J. White, Patrick T. Bradshaw, dan Ghassan B. Hamra menyatakan bahwa masyarakat terutama perempuan yang memiliki rumah dan tinggal di pinggir jalan lebih banyak terkena kanker payudara. Sebagaimana kita ketahui bahwa jalan adalah lingkungan dengan konsentrasi polusi yang lebih tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu jalanan itu sendiri.

  1. Kehamilan dan janin

Dikutif dari halosehat.com, Ibu hamil yang terpapar particulate matter lebih berisiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah, autisme, serta meningkatkan risiko masalah kognitif dan emosional pada anak tersebut saat remaja.

  1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah kategori luas penyakit yang melibatkan sistem jantung dan pembuluh darah. Ini termasuk berbagai gangguan yang memengaruhi fungsi jantung, pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.

Polusi udara adalah campuran berbagai partikel kecil dan zat kimia yang terdapat di udara, termasuk polusi udara dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Partikel-partikel tersebut dapat masuk ke dalam sistem pernapasan dan mempengaruhi kesehatan tubuh secara negatif, termasuk sistem kardiovaskular.

Polusi udara dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah diantaranya yaitu peradangan sistemik, stres oksidatif, Dysfungsi pembuluh darah, dan peningkatan risiko kejadian akut seperti serangan jantung, gagal jantung, dan aritmia.

Itulah 5 dampak kesehatan akibat polusi udara yang buruk yang dapat menggaggu kesehatan tubuh manusia.

 

 

 

 

 

Bagikan Ke

    17 CARA MENJADI MODEL BAHASA YANG BAIK UNTUK ANAK

    Bogor, Aksessehat.id - Orang tua adalah model bahasa pertama dan paling penting bagi anak. Apa yang orang tua katakan kepada anak dan bagaimana cara berinteraksi dengannya akan memengaruhi perkembangan bahasanya. Para orang tua dan pengasuh harus mengerti bagaimana...

    Plus Minusnya Minum Kopi bagi Kesehatan Lambung

    Bogor, Aksessehat.id - Kopi sudah menjadi konsumsi publik sejak jaman nenek moyang manusia, hampir seluruh manusia di muka bumi ini tahu dengan bahan utama minuman hits di zaman ini. Konsumsi kopi sudah menjalar ke semua elemen masyarakat, baik tua, muda, anak-anak,...